Cara Budidaya Padi Sistem SRI Yang Terbukti Berhasil

Cara Budidaya Padi Sistem SRI Yang Terbukti Berhasil

Tahukah Anda tentang Cara Budidaya Padi Sistem SRI Yang Terbukti Berhasil? Beberapa praktek dalam berbagai negara mendapatkan informasi bahwa sistem SRI sukse terhadap input produksi.

Dalam hal ini bertujuan pada beragam aktivis pertanian sebagai pengolahan tanah dengan cara yang berkelanjutan.

Ini bisa dilihat pada hubungan dari konservasi air terhadap sistem budidaya SRI dengan konservasi tanah dalam menganut budidaya padi.

Nah pada kesempatan yang indah ini, kami disini akan membagikan cara yang mengenai budidaya padi dengan sistem SRI. Pada umumnya membudidayakan padi dengan sistem SRI sangat mudah digunakan oleh anda.

Namun anda harus mengikuti cara-caranya dengan benar dan sesuai apa yang harus anda lakukan. Bagaimana cara budidaya padi sistem SRI? Berikut cara-caranya.

Syarat Tumbuh

Pada masa pertumbuhannya padi memerlukan kesesuaian pada lahan sehingga bisa bertumbuh dengan baik dalam kondisi apapun, baik itu iklim tropis maupun iklim subtropis.

Intensitas dari rata-rata hujan turun 1500 hingga 2000 mm per tahunnya dengan ketinggian yang optimal mencapai 0 sampai 1500 meter diatas permukaan laut dan temperatur yang mencapai 22-27 °c.

Tanaman padi bisa bertumbuh dengan baik, jika ditanam pada tanah yang berlempung dan memerlukan sinar matahari yang cukup dipergunakan pada proses pembuahan dan penyerbukan.

Tanah harus tebal 18-22 cm dan dilengkapi dengan air yang lumayan banyak.

Selain itu, anda harus hindari tanah yang berbatu dengan kesesuaian dari kesamaan derajat tanah, seperti 4,0-7,0.

Cara Budidaya Padi Sistem SRI

Persiapan Benih

Untuk proses persiapan benih, anda harus melakukan dua cara seperti dibawah ini.

  • Menentukan Varietas Unggul

Syarat untuk kunci keberhasilan dalam membudidayakan tanaman padi adalah memiliki benih yang kualitasnya terbaik.

Ada beragam macam jenis untuk varietas padi serta mampu untuk beradaptasi pada lingkungan dalam produktivitas hasil yang tinggi dan berkualitas.

Tersedia berbagai varietas pada benih unggul tanaman padi. Dengan berkemampuan terbaik jika dipilih menurut kondisi wilayah dari produktivitas yang tinggi.

  • Persemaian Benih

Memberikan sejumlah air pada ember dengan memasukkan garam, lalu diaduk hingga merata, jumlah garam yang dimasukkan seperti titik telur yang telah terapung.

Langkah selanjutnya masukan benih tersebut kedalam ember yang telah dimasukkan air dengan garam tadi. Sortasi benih-benih yang mengapung dan kemudian benih padi harus dicuci hingga bersih.

Lakukan aktivitas perendaman pada air yang bersih selama 1 sampai 2 hari. Sesudah itu benih padi harus ditiriskan hingga berkecambah. Setelah l disemaikan pada dalam media tanah.

Setelah demikian, anda dapat membersihkan tanah yang berasal dari proses tadi dan kemudian memberikan pupuk kompos yang sebanyak 10 kg.

Jika umur semai sudah mencapai 7-12 hari, maka bibit padi sudah siap untuk ditanam.

Pengolahan Lahan

Hal yang paling pertama untuk mengolah lahan adalah pembersihan terhadap sisa-sisa dari tanaman atau rumput liar pada lahan tersebut.

Melakukan perbaikan pada beberapa pematang dengan cara dicangkul dan kemudian melakukan pembajakan yang pertama pada awal-awal musim, lalu dibiarkan hingga 2 atau 3 hari.

Setelah itu disusul dengan pembajakan yang kedua dan ketiga 3-5 hari pada saat menjelang tanam.

Meratakan permukaan tanah tersebut dengan cara seperti menggaru. Permukaan tanah yang sudah rata bisa dilihat dari permukaan air dalam petak sawah yang sudah merata.

Hal ini bisa dilakukan dengan membersihkan gulma serta memperbaiki pematang hingga saluran air atau drainase. Kemudian dilanjutkan pada proses pembajakan tanah dengan kali di kedalaman 25 hingga 30 cm.

Penanaman

Bibit dari tanaman padi ditanam pada usia 7-12 hari atau daun dua sesudah semai dengan bibit yang berjumlah tiap lubang satu serta dangkal 1,5 cm.

Hindari penanaman bibit tadi terhadap kedalaman yang terlalu dalam, sehingga akar bias lebih leluasa bergerak.

Pemupukan

Sistem SRI sangat dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik. Pupuk yang pertama harus dilakukan dengan dua minggu sebelum menanam bibit padi.

Untuk proses ini dapat dilakukan dengan cara pemberian pupuk kandang yang sebanyak 5 ton/ha dan diberikan pada tanah yang bersamaan dengan proses pembajakan.

Cara yang kedua bisa dilakukan dengan cara pemberiannya pupuk organik pada 4-6 bulan. Kemudian pupuk organik diletakkan didalam tanah dengan dosis yang sebanyak 10-30 ton/ha.

Penyiangan

Melakukan pencabutan rumput yang sebanyak dua kali pada saat usia mencapai 3-6 minggu dengan cara dicangkul.

Kegiatan pembunuhan dapat dilakukan dengan bersamaan penyiangan yang pertama dan 1-2 minggu ketika belum munculnya malai.

Pengairan

Pengaturan pada proses pemberian air secara sistem SRI dilakukan dengan pengairan yang intermitten (berselang) di ketinggian air pada pada petakan sawah dengan maksimum 2 cm, paling bagus macak-macak (0,5 cm).

Pemberian yang berdasarkan dengan fase pertumbuhan, seperti fase vegetatif dimana harus dilakukan pada lahan yang lembab.

Fase generatif dilakukan dengan diairi serta digenangi hingga 20 hari yang menjelang panen atau ketika penyiangan gulma dan juga pemupukan pada lahan yang digenangi.

Panen

Padi yang siap dipanen biasanya sudah mencapai usia 33-36 hari sesudah padi berbunga atau bulir padi sudah mencapai kekuningan.

Pada umumnya pemanenan padi biasanya dilakukan dengan cara yang manual dan menggunakan sabit.

Semoga melalui pembahasan Cara Budidaya Padi Sistem SRI Yang Terbukti Berhasil, anda semua bisa mendapatkan berbagai manfaat, terutama bagi anda yang ingin mencari ilmu terhadap cara untuk membudidayakan padi dengan menggunakan sistem SRI.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *